Tampilkan postingan dengan label ikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Agustus 2014

PANEN IKAN MUJAIR

PANEN IKAN MUJAIR - Budidaya Petani. Hal yang terkait dengan PANEN IKAN MUJAIR antara lain adalah sebagai berikut:

PANEN IKAN MUJAIR

PANEN IKAN MUJAIR

Pemanenan ikan mujair dapat dilakukan dengan cara: panen total dan panen sebagian.
  1. Panen sebagian atau panen selektif
    Panen selektif dilakukan tanpa pengeringan kolam, ikan yang akan dipanen dipilih dengan ukuran tertentu (untuk pemanenan benih). Ukuran benih yang akan dipanen (umur 1-1,5 bulan) tergantung dari permintaan konsumen, umumnya digolongkan untuk ukuran: 1-3 cm; 3-5 cm dan 5-8 cm. Pemanenan dilakukan dengan menggunakan waring yang di atasnya telah ditaburi umpan (dedak). Ikan yang tidak terpilih (biasanya terluka akibat jaring), sebelum dikembalikan ke kolam sebaiknya dipisahkan dan diberi obat dengan larutan malachite green 0,5-1,0 ppm selama 1 jam.
  2. Panen total
    Umumnya panen total dilakukan untuk menangkap/memanen ikan hasil pembesaran. Umumnya umur ikan mujair yang dipanen berkisar antara 5 bulan dengan berat berkisar antara 30-45 gram/ekor. Panen total dilakukan dengan cara mengeringkan kolam, hingga ketinggian air tinggal 10-20 cm. Petak pemanenan/petak penangkapan dibuat seluas 1 m persegi di depan pintu pengeluaran (monnik), sehingga memudahkan dalam penangkapan ikan. Pemanenan dilakukan pagi hari saat keadaan tidak panas dengan menggunakan waring atau scoopnet yang halus. Lakukan pemanenan secepatnya dan hati-hati untuk menghindari lukanya ikan.

 Artikel Lainnya:
 Budidaya Ikan Mujair
Selengkapnya

Sabtu, 07 Desember 2013

Mengenal Ikan Sepat Mutiara

Ikan Sepat Mutiara adalah sejenis ikan hias air tawar sisi suku gurami (osphronemidae). Di dalam bahasa inggris disebut sebagai mosaic gourami atau lace gourami merujuk pada pola warna berbintik-bintik indah dengan garis hitam di sisi tubuhnya. Dengan nama dagang pearl gouramy atau mosaic gouramy datang dari Malaysia, Thailand, Sumatera dan kalimantan. Ikan yang berupa omnivora ini hidup pada suhu optimal 26-28° celcius ; Ph 6, 5-7, 0; dengan kekerasan air 6-8° dh.

Panjang tubuh ikan ini dapat menggapai 12 cm. Warnanya biru muda dengan kilas violet terang. Bagian seluruh tubuhnya dipenuhi oleh totol putih seperti mutiara dengan poly mosaik. pada saat birahi, warna segi perut jantan lantas orange.

Ciri khas
Ikan yang bertubuh pipih dan bermoncong agak runcing sempit, panjang keseluruhan beserta ekor hingga memanjang 120 mm. berwarna abu-abu atau kebiruan dengan pola butir-butir berwarna kehijauan atau keperakan sama mutiara amat banyak. suatu hal pita berwarna gelap jalur pada tengah sisi tubuh, diawali dari ujung moncong melewati mata dan berakhir dengan suatu hal bintik pada pangkal ekor. Ikan sepat mutiara jantan akan lebih berwarna warni, dengan tenggorokan dan sirip dubur segi depan berwarna kemerahan.


Persebaran serta habitat
Sepat mutiara menyebar diawali dari thailand, malaysia, sumatra, hingga kalimantan. ikan ini yaitu penghuni rawa-rawa dataran rendah yang berair sedikit asam. ikan ini biasanya senang ada dekat permukaan hingga 1/2 kedalaman air.

Pemeliharaan di aquarium
Untuk memelihara sepasang sepat mutiara sebaiknya digunakan kolam atau aquarium berukuran sekurang-kurangnya 60 liter ; makin besar ukurannya bisa makin baik, karena ikan ini bisa perlihatkan sinyal tanda stres bila lantas terbatasi ruangannya. Suhu air sebaiknya berkisar pada 22–28 °celcius. Permukaan airnya baiknya berkenaan segera dengan udara terbuka, agar organ labirin ikan ini dapat bertindak dengan baik. kelengkapan aquarium yang diperlukan salah satunya yakni substrat dan ornamen yang pas, tetumbuhan air, filter air, pencahayaan, serta perawatan.

Sepat mutiara yakni ikan yang cinta damai. ikan ini dapat hidup bercampur dengan sebagian type ikan yang lain, namun sebaiknya jangan sampai digabungkan dengan ikan-ikan yang berupa agresif atau terlalu aktif. Juga perlu dijaga agar aquarium tidak terlalu penuh agar sepat mutiara tidak gelisah. Tandanya, sepat jantan dapat tiba-tiba saja menyerang atau menggertak ikan lain yang jadi mengganggunya.

Pakan
Sepat mutiara yakni hewan omnivora, pemakan seluruh. Di aquarium, ikan ini dapat diberi pakan kering layaknya pelet atau cacing tubifex kering. Sesekali, juga dapat diberikan pakan hidup layaknya udang renik.

Pemijahan
Langkah pemijahan dan pemeliharaan ikan ini hampir sama saja dengan dwarf gouramy. perbedaannya hanya pada ke-2 induknya yang sangat sctia melindungi telurnya. oleh karena itu, pemisahan induk jantan dan betina dengan anaknya dapat ditangani setelah larva bisa berenang atau kurang lebih umur 1 minggu. ukuran jual kurang lebih 4 cm atau sudah berumur 3, 5 bln.

Untuk area memijah, aquarium perlu dilengkapi dengan tanaman air yang mengapung. Di sini ikan jantan bisa buat sarang busa atau sarang gelembung dari air ludahnya, sebagai area memijah dan menyimpan telur hingga menetas kelak. Percumbuan dan pemijahan bisa jalan di sarang ini, dan sesudah telur dikeluarkan dan dibuahi, sepat betina bisa diusir keluar oleh si jantan. Sebagaimana sebagian type sepat yang lain, jantan sepat mutiara bisa menjagai telur-telur ini hingga menetas.

Sekali memijah biasanya betina bisa mengeluarkan 150–200 butir telur. Telur ikan bisa menetas setelah 24 jam. Sekian hari setelah itu burayak (anak-anak ikan) mulai aktif berenang. Pada saat itu baiknya ikan jantan dipisahkan dari anak-anaknya, agar burayak-burayak itu tidak dimakannya. Anak-anak ikan awal mulanya dapat diberi pakan udang renik, dan minggu-minggu setelah itu dapat diberi pakan kering yang dihaluskan.

Sumber :
http://miniaquarium.blogspot.com/2013/07/mengenal-ikan-sepat-mutiara.html
Selengkapnya

Senin, 02 Desember 2013

Cara Memancing Ikan Gabus


Ikan gabus merupakan ikan yang memiliki habitat di rawa – rawa, kalau di jawa timur dikenal dengan nama ikan “kothes”. Ikan ini termasuk ikan yang kuat dalam pertahanan hidupnya karena mampu hidup di lingkungan yang berlumpur dan miskin oksigen karena memiliki labyrint. Meski dapat hidup di rawa, ikan gabus juga menyenangi perairan yang tenang dari danau, waduk dan sungai.

Ikan gabus merupakan ikan yang termasuk dalam ikan predator, atau ikan pemangsa dan memiliki sifat karnivora, makanannya yang utama adalah udang air tawar, ikan kecil, kepiting, katak, dan cacing, serta berbagai serangga yang hidup di perairannya. Ikan gabus merupakan pemangsa yang rakus terutama dalam memangsa umpannya, pengalaman memancing ikan ini, anda hanya perlu meletakkan umpan di dekat liang tempat persembunyiannya atau di bawah batu, dan ikan ini akan dengan rakusnya memangsa umpan kita, bahkan sering sekali mata kail yang tertelan oleh ikan ini sampai jauh di dalam perut dan harus membelah tubuhnya untuk mengeluarkannya.

Ikan gabus terdiri dari berbagai jenis spesies yakni: Ikan gabus ( Ophiocephalus Striatus ) dikenal di kalimantan sebagai ikan Aruwan atau ikan Tola di Sulawesi, atau ikan Kayu di Bali. Dengan ciri punggungnya yang berwarna coklat dan panjang maksimal 90 cm. Ikan kehung ( Ophiocephalus Melanoptus )Dikenal sebagai ikan Bujuk di Palembang dan ikan kehung di Kalimantan, earna tubuhnya agak coklat kehitaman denagn berat mencapai 750 gram dan panjang maksimum 65 cm.

Ikan kerandang ( Ophiocephalus pleurophthamus ) dikenal sebagai ikan serancang di Palembang dan ikan mikau di Kalimantan. Warna tubuhnya agak kuning dan coklat agak kehitaman dengan perut warnanya agak putih dengan berat maksimal 0,5 kg panjang tubuh maksimal 40 cm. , Ikan Unggui ( Ophicephalus bankanensis ) dikenal di Palembang dan memiliki punggung berwarna coklat sementara perutnya warnanya lebih terang. Bobot maksimumnya adalah 1 kg per ekor. Dan panjang 24 cm. dan yang terakhir adalah ikan toman ( Ophicepalus micropeltes ) ikan ini banyak terdapat di Sumatera Utara dan Palembang. Dipulau Jawa ikan ini disebut dengan ikan Buhung atau Tobang. Saat muda ikan ini berwarna merah namun jika sudah dewasa berganti warna hijau kebiruan dan bercampur ungu. Dapat mencapai 3 kg per ekornya dengan panjang sekitar 64 cm.
Selengkapnya