Tampilkan postingan dengan label kenapa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kenapa. Tampilkan semua postingan
Senin, 23 Desember 2013
Kenapa IHSB tuntut dari kerajaan negeri
Harakahdaily
| Taufik Naaim, | 07 Ogs 2013 |
Dengan rasa rendah diri, kami ingin melahirkan rasa kesal apabila YAB Menteri Besar yang juga Pengerusi Ahli Lembaga Pengarah KUIN yang kami hormati, membuat kenyataan bagaikan entiti IHSB dan setiap kakitangan yang bekerja di dalamnya tidak mempunyai apa-apa kaitan dengan Kerajaan Negeri.
Seperti yang saya jelaskan di dalam keterangan sebelumnya, punca kegagalan IHSB membayar gaji kami adalah kerana berlaku masalah aliran kewangan. IHSB dan anak syarikat lain menyediakan kemudahan pembelajaran dan sumber tenaga manusia untuk membolehkan pelajar-pelajar KUIN mendapat servis dan kemudahan yang mereka bayar.
Segala apa yang disediakan oleh IHSB untuk pelajar KUIN telah diperincikan di dalam invois bayaran kepada Bendahari. Invois itu telah dipersetujui dibayar oleh KUIN sebagaimana pembayaran yang dibuat sehingga sekurang-kurangnya April lalu. Namun tiada bayaran dibuat untuk invois bulan Mei hingga kini.
Dengan ini, saya tidak menafikan apa-apa jenis masalah pengurusan dan halatuju syarikat. Tetapi saya menerangkan bagaimana kami dibayar, untuk apa kami dibayar dan siapa yang perlu menjelaskan bayaran.
Penerangan ringkas:
1. IHSB sediakan servis dan kemudahan kepada pelajar KUIN
2. Pelajar bayar yuran kepada KUIN
3. KUIN akan membayar invois yang tertakluk kepada servis dan kemudian yang disediakan IHSB
Oleh sebab itulah kami sebulat suara, cuba membawa isu ini kepada perhatian YAB Menteri Besar sebagai Pengerusi Ahli Lembaga Pengarah KUIN. Kerana kami percaya YAB Menteri Besar akan menjaga kebajikan pelajar dan kakitangan yang berkhidmat untuk INSANIAH.
Seiring dengan status KUIN sebagai sebuah badan berkanun Kerajaan Negeri. Maka tidak menjadi sesuatu yang janggal untuk mengajukan isu tuntutan ini kepada Kerajaan Negeri sendiri.
Ketahuilah, bahawasanya kami hanyalah kakitangan yang diamanahkan tugas untuk mengoperasikan IHSB dan memastikan segala bentuk servis dan kemudahan disampaikan kepada pelajar KUIN. Untuk menafikan hak kami untuk dibayar gaji, adalah sesuatu yang amat dikesali.
Berkenaan penjelasan status perjawatan kami, sememangnya kami bukanlah di ambil bekerja di bawah Kerajaan Negeri. Kami semua tertakluk kepada perjawatan di bawah IHSB. Namun begitu, penyelesaian masalah bayaran invois dan halatuju anak syarikat oleh YAB Menteri Besar akan dapat memberi gambaran kepada status perjawatan kami.
Sepertimana hari ini, status kami tergantung kerana tiada maklumbalas yang spesifik terhadap kelangsungan halatuju syarikat daripada Kerajaan Negeri dan YAB Menteri Besar menerusi KUIN. Dan tunggakan bayaran menyebabkan kami tidak mendapat hak kami untuk dibayar gaji.
Maka dengan itu kami amat berbesar hati untuk bekerjasama dengan pihak Kerajaan Negeri dan YAB Menteri Besar untuk menyelesaikan masalah ini dengan kadar yang segera untuk membolehkan masalah pembayaran ini diselesaikan sebelum 30 Ramadhan sempena sambutan Hari Raya.
Penerangan ini tertakluk kepada pemahaman saya melalui rujukan invois dan perjanjian di antara IHSB dan KUIN. Penerangan ini juga tidak berniat untuk menunding jari kepada mana-mana pihak, sebaliknya hanya cuba mencari menyelesaian untuk membolehkan Kolej Universiti INSANIAH terus maju dan berkembang.
Saya terbuka untuk dihubungi oleh sesiapa jua yang prihatin dan ingin turut sama menyelesaikan masalah ini. Saya percaya isu ini mempunyai penyelesaian, dan keterbukaan di antara kedua-dua pihak untuk mengadakan perbincangan adalah amat dialu-alukan.
Sekali lagi saya alu-alukan sesiapa juga dari mana-mana organisasi prihatin, badan-badan kerajaan, individu atau pihak Kerajaan Negeri dan YAB Menteri Besar sendiri untuk menghubungi saya sekiranya memerlukan penjelasan ataupun perbincangan untuk menyelesaikan masalah ini. Saya boleh dihubungi melalui talian telefon 012 424 6269.
Terima kasih di atas keprihatinan anda semua, kami amat menghargai segala usaha anda untuk menyelesaikan masalah ini.
Salam Ramadhan, Salam Syawal yang bakal tiba. - http://www.taufiking.com
Sabtu, 23 November 2013
Inlah Kenapa Indonesia Tidak Bisa Tegas kepada Malaysia

Andy mengungkapkan, Malaysia memiliki sistem aliansi pertahanan dengan Inggris, Australia, Singapura, serta Selandia Baru. Aliansi itu disebut sebagai Five Power Defense Agreement (FPDA). Salah satu kesepakatan negara-negara FPDA adalah klausul bahwa serangan terhadap salah satu negara anggota merupakan serangan pula terhadap negara anggota lainnya.
"Malaysia tinggal meminta klausul itu diaktifkan. Bila disepakati, berarti negara kita harus siap berperang juga dengan Inggris, Australia, Singapura, serta Selandia Baru yang mempunyai kekuatan tempur jauh lebih kuat dan canggih," jelasnya setelah diskusi tentang RUU Pertahanan dan Keamanan.
Dari situs resmi British High Commission, Kuala Lumpur, diketahui bahwa FPDA berdiri pada 1971 sebagai lembaga konsultasi dan antisipasi serangan terhadap Singapura serta Malaysia. Saat peringatan 30 tahun FPDA pada November 2001, kelima negara anggotanya sepakat membentuk suatu kerja sama jangka panjang. Salah satunya, perjanjian saling dukung bila ada negara anggotanya yang diserang negara lain. Tahun ini, FPDA memfokuskan tinjauannya pada maritime security. Dengan fokus tersebut, kemungkinan empat negara lainnya untuk mendukung Malaysia dalam konfrontasi dengan Indonesia menjadi lebih besar.
Tidak itu saja. Bila dalam konfrontasi nanti negara kita berhadapan dengan Inggris, negara tersebut sangat mungkin meminta artikel lima NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) diaktifkan. Artikel lima NATO serupa dengan klausul perjanjian FPDA yang intinya menyatakan, serangan yang dialami salah satu negara anggota dianggap sebagai serangan terhadap negara-negara anggota lainnya dan harus dihadapi bersama. Sehingga, konfrontasi dengan Malaysia bisa melebar serta membuat Indonesia harus berhadapan dengan negara-negara anggota NATO.
"Jadi, efeknya akan beruntun. Itulah yang harus diperhitungkan masak-masak oleh Presiden SBY sebelum mendeklarasikan konfrontasi dengan Malaysia. Rakyat pun harus memahami hal ini supaya tidak gelap mata mendesak perang dengan Malaysia," tegas Andy.
selain itu sy mengambil perbandingan antara angkatan Militer Malaysia dan Indonesia
~MALAYSIA~
Militer Negeri Jiran itu bernama Tentara Diraja Malaysia. Pada awal pembentukannya, peralatan militer buatan Inggris banyak dipakai negara ini. Kini mereka menggunakan peralatan dari sejumlah negara, termasuk pesawat buatan Indonesia.
1. Kapal Perang
- Satu kapal penyelam dilengkapi meriam 20 mm
- Dua kapal cepat pengangkut pasukan
- Empat kapal patroli buatan Prancis ber-rudal Exocet MM38 dan meriam Bofors
- 24 kapal perang yang berpangkalan di empat tempat: Lumut, Sandakan Sabah, Kuantan, dan Labuan. KD Kerambit yang berada di sekitar Ambalat merupakan salah satu kapan yang berpangkalan di Sandakan, Sabah.
- Dua kapal patroli buatan Korea Selatan yang dilengkapi meriam 100 mm Creusot Loire, 30 mm Emerlac, dan senjata penangkis antikapal selam. Kapal ini berpangkalan di Kuantan/
- Empat kapal buatan Swedia dilengkapi rudal MM38 Exocet, 57 mm Bofors, dan 40 mm Bofors berpangkalan.
- Empat kapal Frigate, dua di antaranya dibeli bekas dari Angkatan Laut Kerajaan Inggris.
- Enam kapal Corvette buatan Jerman - Empat kapal patroli penangkis ranjau buatan Italia
- Dua kapal Multi Purpose Command and Support Ship buatan Jerman dan Korea Selatan
- Satu kapal Sealift
- Dua kapal Hydro
2. Pesawat Tempur
- F-5 E - Hawk MK108 berpangkalan di Alor Setar, Kuantan, dan Labuan
- Hawk MK-208 berpangkalan di Alor Setar, Kuantan, dan Labuan
- Delapan F/A-18D berpangkalan di Alor Setar
- Mig-29 berpangkalan di Kuantan
- SU-30 berpangkalan di Kuantan
- F-28 berpangkalan di Kuala Lumpur
- Falcon berpangkalan di Kuala Lumpur - Beech 200T berpangkalan di Kuala Lumpur
- C-130H berpangkalan di Kuala Lumpur
- CN-235 berpangkalan di Kuala Lumpur
- S61A-4 berpangkalan di Kuala Lumpur, Kuching, dan Labuan
- AS61N-1 berpangkalan di Kuala Lumpur
- S70A-34 berpangkalan di Kuala Lumpur Personel
3. Jumlah prajurit semua angkatan: 196.042 (2002)
- Anggaran militer per tahun: US1,69 triliun (2,03 persen GDP)
~INDONESIA~
Embargo pembelian peralatan militer dari Amerika membuat rontok sejumlah peralatan militer Indonesia. Pesawat tempur terbaru, Sukhoi SU-27 SK dan SU-30 MK buatan Rusia, pun masih ompong tak punya senjata. Adapun dari 12 pesawat tempur "andalan", F-16, dua di antaranya sudah jatuh dan hanya delapan siap terbang.
1. Pesawat dan Heli
- Delapan Hawk MK 109 berpangkalan di Pekanbaru, Pontianak
- 32 Hawk MK 209 berpangkalan di Pekanbaru, Pontianak
- Enam CN235 berpangkalan di Halim
- Delapan F27-400M berpangkalan di Halim
- SF260MS/WS berpangkalan di Halim
- B707-3MIC
- Tujuh pesawat F27-400M
- F28-1000/3000
- L100-30
- C-130H-30 berpangkalan di Halim
- NAS332L1
- L100-30
- EC-120B
- 12 unit Heli Bell 47G-3B-1 berpangkalan di Kalijati
- Lima F-16A berpangkalan di Madiun
- Lima F-16B berpangkalan di Madiun
- F-5E berpangkalan di Madiun
- F-5F berpangkalan di Madiun
- Hawk Mk53 berpangkalan di Madiun
- dua Su-27SK berpangkalan di Makassar
- dua Su-30MK berpangkalan di Makassar
- NC212M-100/200 berpangkalan di Malang
- Ce 401A berpangkalan di Malang
- Ce 402A berpangkalan di Malang
- 10 Pesawat Bronco OV-10F di Malang Kapal Perang
- 114 armada berbagai jenis (sepertiganya untuk operasi rutin, sepertiga untuk latihan, dan sisanya untuk pemeliharaan) Personel
2. Jumlah prajurit (semua angkatan): 250 ribu orang
Anggaran militer per tahun: US$ 1 triliun (1,3 persen GDP)
inilah beberapa alasan yang mendasari bangsa ini tidak bisa bersifat tegas apa lagi menyatakan perang terhadap Malaysia..apakah dengan hanya sebuah alasan itu kita membiarkan KEDAULATAN kita dipermainkan oleh Malaysia..?pertanyaan besar buat kita SAMPAI KAPAN..??
sumber: http://ujung-bumi.blogspot.com/2010/08/inilah-alasan-mengapa-indonesia-tidak.html
Langganan:
Postingan (Atom)